Tampilkan postingan dengan label Alokasia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alokasia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 September 2010

Merawat Alokasia

Daerah berbeda, media lain pula. Tergantung suhu dan kelembapan. Membuat alokasia bikin penasaran.
AKHIR-AKHIR INI, FAMILI ARACEAE SEDANG NAIK DAUN. MULAI DARI AGLAONEMA, anthurium, keladi hias hingga philodendron. Berganti-ganti mereka mendominasi percaturan tanaman hias Indonesia.
 

Mengapa famili Araceae menjadi tren? Jika ditelisik lebih jauh, Indonesia memang gudangnya Araceae. Ba-nyak spesies unik bahkan beberapa ada yang endemik. Salah satu famili Araceae adalah alokasia. Walaupun belum menjadi tren, namun beberapa kolektor telah mengoleksinya.
Adalah Waiter Agustin, salah seorang kolektor aneka jenis alokasia di Junrejo, Batu, Malang, Jawa Timur. Saya tertarik dengan bentuk dan warna daunnya yang macam-macam. Juga kalau diperhatikan, corak tangkai daun bermacam-macam, terangnya. Bentuk dasar daun mirip famili Araceae lain, yaitu berbentuk hati. Modifikasi selanjutnya, ada yang membulat seperti telinga, dan meruncing menyerupai anak panah.


Selasa, 31 Agustus 2010

Alokasia

Alocasia (alokasia) adalah kerabat caladium (keladi), yang sama-sama bernaung dalam keluarga Araceae. Secara awam, genus ini sering tercampur-aduk dengan istilah keladi. 
Sebut saja keladi badak (alocasia melo), keladi menjangan (jenis alocasia lowii), dan keladi tokek (alocasia tigrina dan tigrina 'Superba'). Ketiga tanaman tersebut sesungguhnya masuk kategori alocasia; bukan caladium.
 
Perbedaan yang mencolok antara keladi dan alokasia terletak pada umbi dan anakan. Anakan pada keladi muncul pada umbi utama, sedangkan anakan pada alokasia muncul pada umbi kecil yang terpisah dengan umbi utama, dengan perantaraan suatu jenis akar.