Selasa, 31 Agustus 2010

Asal-usul Aglaonema


Aglaonema atau sri rejeki dijuluki dengan “ratu daun”. Nama aglaonema berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata “aglaos” dan “nema/nematos” yang artinya terang/mengkilap. Tanaman ini masih satu famili dengan talas-talasan (Aracaeae) serta kerabat dekat dengan Spathipyllum dan Philodendron.

Penyebaran utama di Asia Tenggara meliputi Filipina, Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, Brunai Darussalam, dan Myanmar. Kemudian tanaman ini menyebar ke Cina, Florida, dan Amerika.

Tanaman

AKAR. Akar dapat menentukan kondisi tanaman. Jika akar berwarna putih maka tanaman dalam keadaan sehat, bila berwarna coklat menandakan tanaman sakit. Pada akar tumbuh rambut akar, makin banyak rambut akar pertumbuhan makin cepat.

BATANG. Ruas batang yang terendam tanah, jika kondisi optimumnya terpenuhi, maka akan keluar tunas-tunas baru.

BUNGA. Bunga keluar dari ketiak daun dan berwarna putih yang ditopang oleh batang. Bunga termasuk uniseksual yaitu bagian bunga betina dan jantan terdapat dalam satu bunga. Organ produksinya mempunyai waktu matang yang berbeda. Oleh karena itu terjadi penyerbukan silang yang kadangkala memerlukan bantuan manusia. Hasil penyerbukan menghasilkan buah, yang umurnya 8 bulan akan matang.

Morfologi Aglaonema

Divisi: Magnoliophyta

Kelas: Liliopsida

Subkelas: Base monocots

Ordo: Alismatales

Famili: Aracaeae

Subfamili: Aroideae

Suku/Genus: Aglaonemateae



Spesies vs Hibrida


Aglaonema alam/spesies adalah aglaonema yang asli (bukan hasil silangan). Ciri utamanya warna daun dominan hijau dan kombinasi hijau putih.

Aglaonema hibrida (silangan) memiliki daun lebih berwarna-warni. Ada silangan lokal yaitu disilangkan di Indonesia, dan ada yang impor. Silangan lokal pertama dan diakui dunia adalah Pride of Sumatra yang disilangkan oleh Greg Hambali tahun 1985.

Aglaonema spesies yang terkenal: A. brevisphatum, A. simplex, A. costatum, A. ovatum, A. commutatum, A. hookreiatum, A. crispum, A. pictum, A. stenophyllum, A. nebulosum, A. densinervivum, A. vittatum, A. philippinense, A. rotundum, A. pumilum, A. nitidum, A. simplex, A. cochinchinense, dan A. marantifolium.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar